Jika Anda tumbuh atau aktif di dunia internet pada era 2000-an hingga 2010-an, nama WordPress.com dan Blogspot.com (Blogger) tentu tidak asing lagi. Kala itu, kedua platform ini menjadi rumah bagi jutaan orang untuk menumpahkan ide, cerita harian, ulasan buku, hingga pemikiran filosofis. WordPress.com pernah berada di puncak popularitas dan pamornya sekitar tahun 2010 hingga 2015. Platform ini dipandang lebih profesional ketimbang pesaingnya, menawarkan tampilan rapi serta komunitas narablog (blogger) yang sangat aktif.
Namun, dunia digital bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Kini, atmosfer di WordPress.com dan Blogspot terasa jauh lebih sepi. Lorong-lorong blog yang dulunya ramai dengan komentar dan diskusi hangat, sekarang tampak sunyi. Mengapa orang-orang mulai meninggalkan budaya menulis blog?
Salah satu alasan utamanya adalah pergeseran perilaku masyarakat dalam beriklan dan berbisnis secara daring. Dahulu, banyak orang mengandalkan blog gratisan untuk membuka toko online sederhana, mengunggah katalog foto produk, dan menyertakan nomor telepon. Saat ini, cara tersebut sudah dianggap kurang efektif dan tidak praktis. Pengusaha dan penjual retail kini beralih total ke ekosistem toko online modern seperti Shopee, Facebook Marketplace, dan TikTok Shop. Platform-platform ini menyediakan sistem pembayaran otomatis, integrasi pengiriman, hingga fitur live streaming yang jauh lebih memberikan kepastian transaksi dibandingkan blog pribadi.
Selain urusan jual-beli, cara orang bersuara dan mengutarakan pendapat pun telah mengalami revolusi format. Dulu, jika seseorang memiliki pandangan atau kritik tentang suatu isu, mereka akan duduk di depan laptop dan menulis artikel panjang di blog. Sekarang, audiens internet lebih menyukai konten yang ringkas, visual, dan instan.
Masyarakat masa kini lebih memilih mengekspresikan diri melalui Twitter (X) untuk menyampaikan pemikiran cepat lewat utasan (thread), atau memanfaatkan media berbasis video seperti YouTube dan TikTok. Melalui video pendek TikTok atau durasi panjang di YouTube, pembuat konten dapat menyampaikan ekspresi wajah, nada suara, dan visual pendukung secara langsung—hal yang membutuhkan kecerdasan merangkai kata jika dilakukan di dalam artikel blog.
Apakah blog sudah benar-benar mati? Tidak sepenuhnya. Blog masih bertahan untuk kebutuhan khusus seperti dokumentasi teknis, portofolio profesional, dan optimasi mesin pencari (SEO) bagi perusahaan besar. Namun, masa di mana masyarakat umum berlomba-lomba membuat blog pribadi gratisan untuk sekadar curhat atau berbisnis kecil-kecilan memang telah usai.
Pergeseran dari WordPress dan Blogspot ke media sosial dan marketplace menunjukkan bahwa fleksibilitas dan kecepatan adalah hal utama bagi pengguna internet modern. Blog mungkin telah menjadi artefak dari masa lalu internet yang lebih lambat dan kontemplatif, sementara dunia digital hari ini milik mereka yang bergerak cepat di layar video dan unggahan serba instan.